Menolong Tanpa Pamrih

Seorang pemuda dg mobil bututnya sedang galau karena baru saja di PHK dari pekerjaannya. Ia merasa bingung harus melamar pekerjaan kemana lagi ?

Di tengah kegalauannya dia melihat seorang Ibu berdiri kedinginan karena mobilnya mogok. Pemuda itu langsung menghampirinya.

"Malam bu, mobilnya mogok ya? Ada yg bisa saya bantu?" Tanya pemuda itu.

Namun si Ibu tdk menjawab malah menunjukan ekspresi muka Ɣg ketakutan.

"Jangan takut bu, saya orang baik2. Saya cuma mau membantu Ibu." Kata pemuda itu sambil memperbaiki mobil Ibu tsb.

Ibu itupun mencoba sedikit percaya pd si pemuda.

Beberapa saat kemudian akhirnya mobil si Ibu nyala kembali.

"Terima kasih anak muda berapa ongkos perbaikannya" tanya si Ibu sambil tersenyum.

"Tidak bu, saya ikhlas membantu sungguh. Jika ibu mau berterima kasih, tolong bu, saat ada orang Ɣg butuh pertolongan, bantu saja dia. Itu sudah cukup bagi saya."

Perkataan itu membuat si Ibu terharu.

Akhirnya pemuda itu pamit & meninggalkan si Ibu. Karena tadi lama kedinginan si Ibu menjadi lapar lalu mampir ke rumah makan.

Dirumah makan ia dilayani dg baik oleh seorang wanita muda Ɣg sedang hamil besar dan sepertinya sebentar lagi akan melahirkan.

Si Ibu merasa kasian dg kondisi wanita itu.

"Kasihan wanita ini, seharusnya ia tdk perlu bekerja hingga larut malam dg kondisi kehamilan seperti itu"

"Pasti ia melakukannya karena butuh biaya untuk persalinannya." Gumam si Ibu dalam hati.

Teringat dg pesan pemuda td si Ibu menyelipkan sejumlah besar uang & secarik kertas.

"Pelayan Ɣg baik, anggap uang ini hadiah dari saya. Saya pernah dibantu orang. Pesan si penolong, saya teruskan kepadamu. Jika ingin membalas kebaikan ini, bantu saja orang lain Ɣg perlu pertolongan"

Dan ternyata wanita hamil itu adalah isteri dari pemuda Ɣg menolong si Ibu itu tadi.

Semoga bermanfaat..

2 comments:

  1. Wah sayaa terharu bgt membacanya, semoga yg lain membaca juga bermanfaat baginya

    ReplyDelete
  2. Wah sayaa terharu bgt membacanya, semoga yg lain membaca juga bermanfaat baginya

    ReplyDelete